Main content

Telecenter Asriloka

LATAR BELAKANG

  • Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberi peluang dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di berbagai bidang, diantaranya sebagai instrumen peningkatan peran serta masyarakat dalam mengelola potensi dan sumberdaya lokal yang pada akhirnya akan mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat.
  • Kondisi geografis, tingkat pendidikan dan penghasilan masyarakat serta kurangnya pengetahuan akan potensi teknologi informasi dan komunikasi mengakibatkan munculnya permasalahan kesenjangan digital dan kesenjangan informasi. Fakta di lapangan mengindikasikan bahwa tingkat pemahaman dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi tidak merata. Beberapa sektor telah memanfaatkan dan berkembang dengan baik, tetapi di sektor lain belum berkembang terutama di wilayah pedesaan.
  • Kesenjangan digital dan kesenjangan informasi menjadi isu internasional melalui forum Konferensi Tingkat Tinggi Dunia Tentang Masyarakat Informasi (World Summit on The Information Society) yang diprakarsai oleh PBB pada tahun 2003 di Jenewa dan 2005 di Tunisia. Konferensi tingkat dunia ini telah bersepakat menetapkan berbagai program unggulan yang diawali dengan penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan internet untuk menghubungkan desa-desa hingga upaya untuk mewujudkan separuh penduduk dunia melek teknologi informasi dan komunikasi sehingga mampu mencerdaskan diri dan memakmurkan kehidupan masyarakat serta bangsa.
  • Tahun 2003 UNDP bersama BAPPENAS melakukan penelitian tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia dengan nama Asia Pacifik Development Informatioan Programme (APDIP). Tahun 2004 penelitian yang sama dilanjutkan dengan nama Prepatory Assistance for ICTs for Human Development. Penelitian ini merekomendasikan berbagai strategi dan Proyek Partnership for e-Prosperity for the Poor (Pe-PP). Implementasi proyek Pe-PP adalah bentuk percontohan Multipurpose Community Development Telecenter yang selanjutnya disebut dengan nama Telecenter di enam Provinsi di Indonesia termasuk di Provinsi Jawa Timur.
  • Sejak tahun 2005 hingga sekarang di Jawa Timur telah memiliki 36 Telecenter yang dibentuk dan dibiayai APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, kecuali Telecenter Semeru di Kabupaten Lumajang dibiayai oleh UNDP dan BAPPENAS. Selain itu, terdapat 2 Telecenter yang dibiayai APBD Kabupaten, yaitu Telecenter Sakti di Kabupaten Malang dan Telecenter Meteor di Kabupaten Tuban. Dengan demikian jumlah Telecenter di Jawa Timur seluruhnya berjumlah 38 Telecenter .