Main content

Prioritaskan Anak-Anak Dalam Berlalu Lintas

Dikatakan Sugihardjo, perlakuan pengemudi yang memberi prioritas kepada anak dengan mengutamakan pergerakan anak, disamping menyelamatkan anak dalam berlalu lintas di jalan, secara tidak langsung juga akan mendidik anak tersebut sehingga akan terekam dalam memori terbawa hingga dewasa. “Ketika anak tersebut telah dewasa dan bisa mengemudikan kendaraan akan tertanam bahwa keselamatan pejalan kaki khususnya anak-anak akan menjadi prioitas, sehingga memberikan keselamatan anak-anak di jalan,” kata Sugihardjo.

Sugihardjo menambahkan, Kementerian Perhubungan dalam upaya menjaga keselamatann anak-anak berlalu lintas telah melakukan berbagai langkah antara lain melalui Program ZoSS (Zona Selamat Sekolah) dan RASS (Rasa Aman Selamat Sekolah) dan program-program lainnya. “Saya berharap Program ZoSS dan Program RASS bisa diikuti Pemerintah Daerah dan Kementerian lain sehingga lokasi diamana sekolah berada menjadi prioritas untuk perlindungan anak,” harap Sugihardjo.

Dalam kampanye yang mengambil tema “Save Kids Live” tersebut, Sugihardjo mengajak seluruh komponen masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan di jalan. “Tanggung jawab keselamatan di jalan tidak hanya berada di Kementerian Perhubungan. Tetapi seluruh elemen masyarakat harus lebih peduli terhadap keselamatan di jalan,” papar Sugihardjo.

Sugihardjo memaparkan, sejalan dengan meningkatnya ekonomi masyarakat, jumlah kendaraan meningkat dan pergerakan kendaraan di jalan juga meningkat yang mengakibatkan resiko terjadinya kecelakaan juga meningkat.

Sugihardjo mengutip data Kesehatan Dunia (WHO) yag menyebutkan pada tahun 2014, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 186.300 orang meninggal. Di negara-negara berkembang tingkat kecelakaan yang melibatkan anak-anak tiga kali lipat dibandingkan di negara maju. Sedangkan di Indonesia pada tahun 2014 korban kecelakaan lalu lintas mencapai 28.000 jiwa dan 10 persen kecelakaan yang terjadi melibatkan anak-anak. “Melihat kenyataan tersebut maka kampanye keselamatan dengan tema Save Kids Live harus menjadi prioritas,” ujar Sugihardjo.

Kegiatan puncak Pekan Keselamatan Nasional 2015 di TMII diikuti sebanyak 1.500 anak SD, SMP dan SMA di Jakarta serta para pemangku kepentingan di bidang keselamatan di jalan.
(SNO)

Sumber : dephub.go.id