Main content

Mahasiswa Unmuh Jember Studi Manajemen Birokrasi Banyuwangi

BANYUWANGI – Upaya Pemkab Banyuwangi dalam menerapkan manajemen birokrasi dan reformasi birokrasi mampu menarik minat sejumlah pihak. Puluhan mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dari Universitas Muhammadiyah Jember menjadikan Banyuwangi sebagai obyek studi. Selama sehari penuh, Rabu (6/1)) mereka khusus mencari tahu kiat dan strategi pemkab.

“Banyuwangi keren ya. Arsitektur kantor pemkabnya bagus banget, juga desain interior ruangan seperti Lounge Pelayanan Publik yang dilengkapi fasilitas IT ini,” kata Lusi, mahasiswa semester 3 FISIP Unmuh Jember saat mendengarkan penjelasan JONI PRIYANTO, S.ST Kasi Pengolahan Data Elektronik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyuwangi. Bukan hanya Lusi, mahasiswa yang lain pun nampak bergairah browsing berbagai informasi tentang Banyuwangi dan inovasi-inovasinya dari sejumlah layar yang memang disediakan di ruangan tersebut.

Bagi mereka, alasan pendirian lounge yang dimaksudkan untuk menghormati setiap tamu pemda dengan arsitektur ruangannya yang nyaman, sangat brilian. “Kami semua terkesima dengan interior lounge yang cozy. Enak sekali suasananya. Selain ada makanan khas yang bisa kita nikmati, kita juga bisa mengetahui seluruh informasi tentang Banyuwangi dari layanan publik online. Mana di depannya ada kolam ikan koi juga,” ujar Miftahul Jannah sambil berbinar.

Dikatakan dosen penanggung jawab mata kuliah Birokrasi Indonesia, Ria Angin, alasan memilih Banyuwangi sebagai obyek studi ini, karena takjub dengan keberhasilan Pemkab Banyuwangi dalam lima tahun terakhir. Hal itu terbukti dari beragam penghargaan yang berhasil diraih.

“Kami sudah terlalu sering mendengar kehebatan Banyuwangi melalui media. Makanya kami penasaran dan ingin membuktikan langsung dengan kuliah lapang di sini. Disini, para mahasiswa kami tugasi mencari tahu bagaimana Pemkab Banyuwangi menerapkan manajemen birokrasi dan reformasi birokrasinya . Setelah turun langsung dan melihat ini, memang Banyuwangi beda. Tidak ada ide “segila” ini dari daerah lain sepengetahuan saya,” ujar Ria.

Para mahasiswa yang diterima Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (BAPPEDA), Agus Siswanto tersebut juga mengikuti paparannya tentang berbagai capaian program pemkab dalam 5 tahun terakhir.